Blogger Backgrounds

Jumat, 16 Desember 2011

Tips Mengajari Adik Belajar

Bagi kita sang kakak yang mempunyai adik yang masih duduk di bangku Taman Kanak – Kanak ataupun Sekolah Dasar, tentu pernah mengajari adik kita bukan. Bagi yang pernah mengaari adiknya belajar tentu paham sekali dengan kesulitan – kesulitan yang kita temui saat mengajari adik belajar. Mungkin kita merupakan andalan orang tua dalam membimbing adik belajar, baik belajar saat mengerjakan Pekerjaan Rumah ataupu belajar sehari – hari di rumah karena orang tua kita sibuk dengan urusan pekerjaannya di kantor sehingga tidak mempunyai waktu di hari Senin sampa Jumat untuk membimbing anaknya belajar.
Banyak orang tua yang mengatasinya dengan mendaftarkan anaknya ke tempat les, bimbingan belajar ataupun memenggil guru privat. Namun, hal itu tidak sepenuhnya efektif karena sang anak bukan hanya harus menyesuaikan otanknya dengan materi yang diajarkan oleh guru lesnya tetapi juga harus menyesuaikan diri dengan guru lesnya. Jika sang anak tidak cocok dengan guru les pilihan orang tuanya, bisa jadi selama sang anak mendapatkan tambahan pelajaran, tidak ada pelajaran yang masuk di otaknya karena merasa tidak nyaman dengan guru lesnya. Kalau sanga anak mengatakan pada orang tuanya jika ia merasa kurang nyaman belajar dengan guru lesnya, kemungkinan orang tua akan mencarikan lagi guru les untuk sang anak tercinta. Namun jika sang anak merupakan anak yang tertutup, hasil belajarnya selama ini dari guru lesnya tentu baru dapat diketahui setelah menerima laporan hasil belajarnya dari sekolah.
Oleh karena itu, kita sebagai kakak yang mempunyai adik yang mengalami kesulitan dalam belajar dan orang tua kita tidak sempat untuk mengajari adik kita belajar, sebaiknya kita ambil inisiatif sendiri dalam membantu adik kita belajar. Frekuensi kita bertemu adik kita tentu lebih sering di bandingkan frekuensi belajar adik kita dengan guru lesnya. Kita tentu lebih dekat dengan adik kita disbanding guru lesnya. Oleh karena itu, adik kita mungkin akan merasa lebih nyaman jika diajari oleh kita dalam belajarnya. Berikut ini saya punya tips pribadi bagaimana saya mengajari adik saya belajar sehari – hari dan mengerjakan tugasnya :
1.    Ajari adik di tempat yang tidak ramai apalagi di depan televisi
Jika belajar di tempat ramai, adik kita tentu tidak konsentrasi dalam belajar. Apalgi jika adik kita belajar di depan televise. Tentu perhatiannya akan lebih terfokus pada gambar di televise dibandingkan dengan pelajarannya
2.    Ajarkan adik secara lembut, jangan membentaknya
Mengajari dengan cara membentak – bentaknya saat ia tidak bisa akan membuat ia menjadi takut dengan kita. Bahkan mungkin untuk keesokan harinya ia tidak mau belajar kembali. Jika diajarkan dengan lembut, tentu ilmu yang diajarkna akan lebih mudah masuk ke otak
3.    Selingi saat – saat belajarnya dengan motivasi – motivasi dan cerita – cerita yang membangkitkan semangat
Saat memgajari adik belajar, cobalah selingi kegiatan belajar tersebut dengan motivasi – motivasi. Misalnya kita katakana padanya dengan lembut bagaimana enaknya menjadi siswa berprestasi di sekolahnya. Atau selingi dengan cerita – cerita yang membangkitkan semangatnya untuk belajar. Misalnya, saat belajar, kita ceritakan bagaimana semangat orang tua kita mencari nafkah agar anak – anaknya bisa sekolah hingga sarjana dan menjadi anak yang berprestasi. Dengan begitu, mungkin adik kita akan terbuka pikirannya untuk tidak menyia – nyiakan sekolahnya begitu saja.
4.    Pilih waktu sore hari dan malam hari untuk mengajarinya belajar
Biasanya anak Sekolah Dasar baru akan kembali ke rumah setelah bersekolah pada siang hari. Biarkan ia beristirahat dengan tidur siang. Lalu sore hari, setelah sang adik bermain dan mandi sore, lanjutkan dengan mengerjakan tugas – tugas yang diberikan oleh gurunya di hari itu. Jangan sekali – kali mengajarkan padanya untuk menunda – nunda pekerjaan rumah. Lalu, pada malam harinya, ajaklah ia mengulas kembali pelajaran apa yang telah diajarkan oleh gurunya. Bahkan bila perlu ajarkan ia mengenai pelajarannya besok di sekolah, sehingga ia sudah begitu mengerti dengan materi yang akan diajarkan gurunya esok hari
5.    Beri waktu adik untuk istirahat
Selama belajar, jangan sekali – kali memaksanya untuk belajar selama berjam – jam di saat itu juga. Karena hal itu akan membuatnya jenuh, sehinga pelajaran yang kita ajarkan tidak akan terserap semua di otaknya. Beri waktu untuknya beristirahat.
6.    Jangan mengajarkannya belajar di atas kasur atau sambil tengkurap dengan menggunakan bantal
Hal tersebut akan membuatnya menjadi tidak bersemangat dan malas dalam belajar. Akhirnya sang adik menjadi tidak konsentrasi dalam belajar
7.    Jangan pernah menjawab pertanyaan dalam pekerjaan rumahnya
Jika pekerjaan rumah yang sedang dikerjakannya itu merupakan soal yang bersifat hitung – hitungan, jangan sekali – kali menjawab pertanyaan pekerjaan rumahnya lalu membiarkannya menyalin jawaban yang Anda kerjakan. Hal itu akan membuat ia menjadi malas dan tidak mengerti konsepnya karena ia hanya menerima hasil pekerjaan kita. Kita bisa mengakalinya dengan memberikan contoh lain yang sesuai dengan soal yang ada di pekerjaan rumahnya. Kemudian kita minta dia untuk mengerjakan soal – soal di pekerjaan rumahnya. Jika pekerjaan rumahnya merupakan soal teori, minta ia untuk membaca buku paket yang ia miliki. Hal ini akan berguna sekali untuknya sehingga ia bisa sedikit – sedikit belajar sambil mengerjakan PR.
Demikianlah cara yang biasa saya gunakan dalam mengajari adik saya  belajar atau mengerjakan pekerjaan rumahnya. Selamat mempraktikannya dalam mengajari adik Anda J

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar